Metode Usmani, Rahasia Mahir dan Fasih Baca Al-Qur’an Santri Nurul Huda 2

NGAJI: Santri Pondok Pesantren Nurul Huda 2 Tanah Merah mengunakan metode Usmani sebagai bagian untuk mahir dan fasih membaca al-Qur’an dengan bimbingan para Ustadz. Foto: Syaefudin/NHMC

Metode Usmani, Rahasia Mahir dan Fasih Baca Al-Qur’an Santri Nurul Huda 2

BELITANG MADANG RAYA – Guna memberi kemudahan mahir membaca al-Qur’an, Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Huda 2 Tanah Merah, Kecamatan Belitang Madang Raya, Kabupaten OKU Timur menerapkan metode Usmani.

Metode ini merupakan metode utama yang diterapkan. Dimana selepas sholat maghrib, santri melakukan tawasul atau doa bersama sebelum memulai kegiatan. Selanjutnya membaca kita, dan mempelajarinya yang dibimbing langsung oleh guru.

Koordinator Usmani Ponpes Nurul Huda 2 Tanah Merah Ustadz Khusnul Mubarok mengatakan, Usmani menjadi metode praktis lancar membaca Al-Qur’an.

“Dengan mampu membaca al-Qur’an secara tartil dan fasih, maka menjadi keunggulan tersendiri bagi setiap insan,” ungkapnya

Masih kata Khusnul, metode Usmani merupakan metode utama yang dipakai di Ponpes Nurul Huda. Sebenarnya jelas Khusnul, tidak hanya metode membaca Qur’an, Pondok Pesantren Nurul Huda 2 Tanah Merah juga memiliki metode praktis mahir baca kitab dengan kitab Arbain finnahwi wasshorfi allughot, metode mahir bahasa asing, serta kegiatan wajib lainnya yang berjalan sebagai kegiatan wajib di pesantren ini.

Metode Usmani ini memiliki peran besar dalam kemahiran membaca al-Qur’an. Bahkan belum lama ini ada seorang wali santri merasa senang, dan berterimakasih lantaran melihat perkembangan anaknya dalam kefasihan membaca Al-Qur’an.

“Metode ini benar-benar diterapkan sesuai kaidahnya. Tentunya dengan konsisten dari santri dan ketelatenan guru dalam mengajar, jika hal ini tidak terlaksana, maka hasilnya pun kurang memuaskan,” terang Khusnul.

Sebagai informasi, metode Usmani ini mempelajari bagaimana cara membaca Qur’an dengan tartil dan fassih dimulai dari jilid pemula hingga jilid 7. Pada setiap jilidnya memiliki materi yang berbeda sesuai dengan kemampuan belajar santri, diawali dari membaca huruf per-huruf sampai kalimat per-kalimat, dibarengi dengan belajar ilmu tajwid, makhorijul huruf, dan ghoribul Qur’an serta bagaimana memosisikan mulut yang benar ketika membaca setiap huruf tebal dan tipis.

Untuk kenaikan kelas jilid ditentukan dari hasil tes yang diadakan setiap bulannya, jika santri dinilai sudah mampu menguasai metode yang ada pada suatu jilid maka santri sudah bisa dinaikkan di kelas jilid berikutnya.

Hal ini dilakukan hingga santri hingga jilid 7, setelah santri sudah sampai di jilid ini, dapat berlanjut di tahap terakhir yaitu belajar membaca Al-Qur’an dan dinyatakan lulus setelah sempurna dan fasih dalam membaca.

Metode Usmani ini sendiri berasal dari Pondok Pesantren Garum Blitar yang dicetuskan KH. Najibulloh Saiful Bahri pada bulan romadhon tahun 1430 H yang mempunyai tujuan utama yakni mempermudah membaca aAl-Qur’an dengan praktis dan ringan.

Selain itu, menjaga dan memelihara agar bacaan al-Qur’an sesuai dengan kaidah tajwid sebagaimana yang diajarkan Rosul SAW. Karena kemudahan metode yang diajarkan, sehingga metode ini banyak digunakan mulai dari kalangan anak-anak, remaja, dan dewasa di berbagai daerah, khususnya di Pondok Pesantren Nurul Huda 2 Tanah Merah. (din/NHMC)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *